Referensimaluku.id, -AMBON — Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat sebagai langkah menekan beban kebutuhan pokok di tengah kenaikan harga. Program ini mulai digelar sejak 8 April 2026 dan menyasar sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Nusaniwe serta wilayah lain di Kota Ambon.
Penyaluran dilakukan melalui Perum BULOG dengan paket bantuan berupa beras dan minyak goreng—dua komoditas utama yang sangat dibutuhkan masyarakat. Proses distribusi berlangsung tertib dan terkoordinasi, melibatkan aparat desa dan kelurahan guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Khusus di Kecamatan Nusaniwe, bantuan menjangkau 8 kelurahan dan 7 desa dengan total 8.729 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sebarannya meliputi Kelurahan Mangga Dua (286 PBP), Benteng (1.369 PBP), Kudamati (1.100 PBP), Silale (226 PBP), Waihaong (289 PBP), Wainitu (670 PBP), Nusaniwe (772 PBP), Urmeseng (192 PBP), serta desa/ negeri seperti Latuhalat (1.292 PBP), Negeri Nusaniwe (297 PBP), Seilale (260 PBP), Negeri Urimeseng (1.443 PBP), dan Amahusu (530 PBP).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan yang diberikan merupakan alokasi bulan Februari dan Maret 2026. Setiap kepala keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, hasil akumulasi dari 10 kg beras dan 2 liter minyak per bulan.
Warga terlihat antusias mengikuti proses pembagian. Salah satu penerima, Ibu Merry, mengaku sangat terbantu dengan bantuan tersebut di tengah mahalnya harga bahan pokok.
“Katong senang dapat bantuan ini. Harga beras dan minyak mahal di pasar, jadi bersyukur bisa dapat bantuan untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya yang ditemui di lokasi. Mereka mengaku bantuan tersebut meringankan beban ekonomi rumah tangga, terutama di tengah gejolak harga pangan.
Pantauan di lapangan, penyaluran bantuan tidak hanya berlangsung di Nusaniwe, tetapi juga di sejumlah titik lain seperti Desa Galala, Hatiwe Kecil, dan Hatiwe Besar. Petugas BULOG bersama aparat desa terlihat melakukan distribusi sekaligus pencatatan administrasi secara teliti untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak.
Program ini diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan masyarakat sekaligus menjadi bantalan sosial di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan warga. (DN)













