Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 10:42 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dobraknusantara.com, -Ambon – Bangunan Pasar Rakyat Air Kuning yang terletak di Dusun Wahaikila, Wara, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon hingga kini belum juga difungsikan. Padahal, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah itu telah rampung sejak beberapa tahun lalu.

Rencana awal Pemerintah Kota Ambon untuk merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari kawasan Pasar Mardika ke lokasi tersebut juga belum terealisasi, tanpa penjelasan yang jelas kepada publik.

Seorang warga setempat, Buce, mengaku heran dengan kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah terkesan membiarkan fasilitas publik itu terbengkalai.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beta heran, pasar itu sudah lama selesai dibangun tapi sampai sekarang belum juga difungsikan,” ujar Buce kepada media ini, Senin (13/4).

Ia mendesak DPRD Kota Ambon untuk segera mengambil langkah tegas dengan memanggil pihak terkait guna menjelaskan penyebab mangkraknya pasar tersebut.

Menurutnya, transparansi penting agar masyarakat, khususnya para pedagang, mengetahui kepastian pemanfaatan bangunan itu.

“Harus ada langkah nyata dari dewan. Panggil pihak terkait supaya jelas kenapa pasar ini tidak digunakan,” tegasnya.

Baca Juga:  Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas

Tak hanya itu, Buce juga meminta DPRD bersama Pemkot turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil Pasar Air Kuning yang kini terbengkalai.

Ia bahkan menilai sikap pemerintah dan legislatif terkesan abai terhadap persoalan tersebut.

“DPRD dan Pemkot seperti cuek. Padahal ini menyangkut fasilitas publik dan kepentingan banyak orang. Harus segera ada solusi,” katanya.

Lebih jauh, Buce menyoroti dampak negatif dari terbengkalainya bangunan tersebut. Ia menyebut adanya dugaan bahwa lokasi pasar kini dimanfaatkan untuk aktivitas yang meresahkan warga.

“Beta sudah dengar isu kalau tempat itu jadi sarang judi dan tempat esek-esek. Memang belum lihat langsung, tapi warga sudah mulai resah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan meminta aparat serta pemerintah setempat segera mengambil tindakan.

“Ini sudah masuk penyakit masyarakat. Harus diberantas secepatnya sebelum makin parah,” pungkasnya. (DN) 

Berita Terkait

STIA Trinitas Ambon Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop Penyusunan Dokumen SPMI
Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB
Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas
Hilang Kontak di Perairan Misol-Seram, Tim SAR Gabungan Kerahkan Segala Daya Cari Nelayan Asal Wahai Maluku Tengah
Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM
HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan
Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra
Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:07 WIT

STIA Trinitas Ambon Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop Penyusunan Dokumen SPMI

Senin, 13 April 2026 - 10:42 WIT

Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat

Senin, 13 April 2026 - 05:43 WIT

Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB

Minggu, 12 April 2026 - 10:36 WIT

Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas

Sabtu, 11 April 2026 - 15:20 WIT

Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM

Jumat, 10 April 2026 - 05:33 WIT

HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan

Kamis, 9 April 2026 - 13:10 WIT

Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra

Rabu, 8 April 2026 - 20:53 WIT

Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954

Berita Terbaru