Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 05:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dobraknusantara.com, -SERAM BAGIAN BARAT – Dari Aceh yang berdarah hingga Merauke yang berembun, perjalanan panjang seorang perwira polisi telah mengasah nyali dan visi kepemimpinannya. Kini, pasca-pensiun dari dinas aktif sebagai AKBP, Ir. Untung Sangadji tidak memilih untuk beristirahat. Ia justru pulang ke kampung halamannya, Seram Bagian Barat (SBB), dengan membawa misi besar: membumikan 17 program revolusioner yang dirancang untuk mengubah wilayah ini menjadi laboratorium kemakmuran di Timur Indonesia.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan sejumlah awak media, Untung Sangadji menegaskan bahwa rencananya bukan sekadar janji manis atau mimpi di siang bolong. “Ini adalah cetak biru (blueprint) yang sudah dihitung matang. Semua sudah direncanakan untuk dieksekusi,” ujarnya penuh keyakinan.

Berikut adalah 17 pilar pembangunan yang jika diizinkan Tuhan, akan menjadi fondasi baru bagi kemajuan SBB:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Revolusi Ekonomi & Infrastruktur

1. Revolusi Energi Bersih: Mengakhiri ketergantungan pada BBM solar yang mahal. SBB akan beralih total ke turbin air sungai untuk pembangkit listrik, menghadirkan energi murah, bersih, dan tenang tanpa dengung generator yang mengganggu desa.

2. Industri Pengalengan Ikan & Udang: Membangun pabrik pengalengan modern untuk mencegah hasil laut busuk sebelum sampai pasar. Targetnya: stabilitas harga dan kesejahteraan petani bahari.

3. Cold Storage Raksasa (100 Ton): Pendirian fasilitas pendingin berkapasitas 100 ton agar stok ikan tetap segar berbulan-bulan, memutus rantai tengkulak dan memberi kekuasaan harga pada nelayan kecil.

4. Lumbung Pangan Maluku: Membuka lahan pertanian dan peternakan skala besar tidak hanya untuk SBB, tapi untuk mensuplai seluruh Maluku. Swasembada pangan akan dijadikan operasi rutin, bukan wacana.

5. Perikanan Laut Modern 10.000 Hektar: Pengembangan sistem akuakultur canggih seluas 10.000 hektar, menargetkan pasar nasional dan ekspor Asia Tenggara, meninggalkan metode tambak tradisional.

6. Pasar Final Indonesia & ASEAN: Menjadikan SBB sebagai penopang utama rantai pasok perikanan regional. Jalur pemasaran sudah diatur dan investor dikabarkan antre menunggu kepastian.

7. Pabrik Pengalengan Buah: Solusi atas buah-buahan yang membusuk saat panen raya. Pabrik ini akan menjamin harga beli bagi petani buah sepanjang tahun.

8. Galangan Kapal Niaga Tipe B: SBB akan memiliki galangan kapal sendiri untuk pembuatan dan perawatan kapal niaga, memangkas biaya logistik ke Surabaya atau Batam serta menyerap ratusan tenaga kerja terampil.

Baca Juga:  Prosesi Adat Kei, Warnai Kedatangan Yonif TP 914 di Kota Tual

Pemberdayaan Manusia & Sosial

9. Desa Berbasis Industri & SMK: Program revolusioner di mana setiap desa memiliki unit produksi yang terintegrasi dengan kurikulum SMK setempat. Siswa belajar sambil bekerja, menghilangkan kebutuhan merantau bagi anak sekolah.

10. Pengentasan Kemiskinan Berbasis Keterampilan: Menghapus budaya bantuan tunai tanpa karya. Pusat pelatihan keterampilan spesifik (menjahit, las, otomotif, pengolahan ikan) akan didirikan untuk menjamin lulusan langsung bekerja.

11. Perumahan Layak untuk Kaum Dhuafa (Lintas Agama): Pembangunan perumahan subsidi penuh bagi warga rentan dari segala keyakinan, sebagai wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyatnya.

12. Beasiswa Full untuk Anak Cerdas: Jaminan pendidikan bagi setiap anak SBB yang berprestasi tanpa memandang status ekonomi orang tua. Modal utamanya hanyalah kemauan belajar.

13. Wisata Bahari Berkelas Dunia: Pengelolaan pantai, pulau kecil, dan wisata bawah laut dengan tata kelola modern yang menghasilkan devisa sekaligus menjaga kelestarian ekosistem.

Keadilan & Kesejahteraan Aparatur

14. Gaji Penuh untuk Tokoh Agama: Penghormatan nyata kepada pilar moral masyarakat. Semua Pendeta, Ustad, dan Pastor akan menerima gaji bulanan layak dari pemerintah daerah.

15. Penghapusan Total Status Honorer: Mengakhiri nasib pekerja bayangan. Setiap honorer akan diberi pelatihan intensif (job training) hingga kompeten, lalu diangkat menjadi aparatur penuh dengan kepastian hukum.

16. Jaminan Beli Hasil Nelayan Tradisional: Pemerintah daerah wajib membeli semua hasil tangkapan nelayan tradisional dengan harga adil, menghapus dominasi tengkulak dan kerugian nelayan.

17. 10.000 Sertifikat Tanah Gratis: Langkah paling revolusioner dalam keadilan agraria. Sepuluh ribu sertifikat tanah akan dibagikan gratis kepada warga yang selama ini tidak memiliki bukti kepemilikan, mengubah tanah dari sumber sengketa menjadi sumber kesejahteraan.

Tantangan untuk Masyarakat SBB

AKBP Ir. Untung Sangadji menutup pernyataannya dengan sebuah refleksi mendalam. Ia tidak membawa jargon kosong, melainkan 17 fondasi konkret mulai dari listrik tenaga air hingga kepastian hak atas tanah.

“Pak Untung sudah pensiun sebagai perwira polisi, tapi untuk SBB, beliau baru akan bertugas,” pungkasnya.

Kini, bola ada di tangan masyarakat Seram Bagian Barat. Pertanyaannya satu: “Apakah kita masih ingin tinggal di masa lalu? Atau memilih pemimpin yang sudah menyiapkan masa depan dengan 17 palu pembangunan?”(DN)

Berita Terkait

STIA Trinitas Ambon Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop Penyusunan Dokumen SPMI
Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat
Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas
Hilang Kontak di Perairan Misol-Seram, Tim SAR Gabungan Kerahkan Segala Daya Cari Nelayan Asal Wahai Maluku Tengah
Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM
HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan
Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra
Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 17:07 WIT

STIA Trinitas Ambon Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop Penyusunan Dokumen SPMI

Senin, 13 April 2026 - 10:42 WIT

Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat

Senin, 13 April 2026 - 05:43 WIT

Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB

Minggu, 12 April 2026 - 10:36 WIT

Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas

Sabtu, 11 April 2026 - 15:20 WIT

Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM

Jumat, 10 April 2026 - 05:33 WIT

HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan

Kamis, 9 April 2026 - 13:10 WIT

Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra

Rabu, 8 April 2026 - 20:53 WIT

Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954

Berita Terbaru