Masuk Zona Merah Ombudsman, Bupati Maluku Tenggara Soroti Pelayanan Publik Kesehatan

- Penulis

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DN, -Langgur – Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyoroti masih belum maksimalnya pelayanan publik di lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara. Secara khusus, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan saat ini masuk dalam kategori zona merah berdasarkan penilaian Ombudsman Republik Indonesia.

Teguran tersebut disampaikan Bupati di hadapan seluruh ASN dan PPPK se-Kabupaten Maluku Tenggara saat apel akbar yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Bupati Maluku Tenggara, Kamis (12/2/2026).

Dalam arahannya, Bupati meminta Dinas Kesehatan memperhatikan secara serius hasil evaluasi tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian di sektor kesehatan sebenarnya sudah menunjukkan kemajuan, seperti penurunan angka stunting dan pelaksanaan layanan kesehatan gratis di puskesmas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dinas Kesehatan dengar ini baik-baik. Ini teguran langsung dari mimbar ini kepada staf-staf. Bukan saudara tidak mampu. Kita sudah lakukan stunting turun jauh, kesehatan gratis ke puskesmas sudah kita lakukan. Tetapi kenapa hasil Ombudsman kita berada di zona merah, ini ada apa?” tegasnya.

Menurutnya, dari sisi pelayanan langsung kepada masyarakat, kinerja jajaran kesehatan dinilai sudah berjalan baik. Bahkan dirinya bersama Forkopimda turut terlibat langsung dalam memastikan layanan kesehatan gratis berjalan optimal.

Namun, persoalan utama justru berada pada aspek administrasi dan kepatuhan terhadap mekanisme penilaian.

Baca Juga:  Menuju Ambon Emas 2045: Wali Kota Resmi Buka Musrenbang RPJMD 2025–2029

“Kalau lihat pelayanan kesehatan luar biasa. Padahal saya bersama Forkopimda terlibat langsung dalam pelayanan kesehatan gratis. Tetapi ada yang kurang, yaitu pada administrasi,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, salah satu kesalahan mendasar adalah tidak diisinya kuesioner penilaian serta tidak dilaporkannya dokumen yang menjadi instrumen evaluasi Ombudsman. Selain itu, saat tim Ombudsman melakukan kunjungan, pelayanan dinilai belum maksimal.

“Ketika disodorkan kuesioner untuk dijawab, saudara-saudara tidak lakukan. Akhirnya apa yang terjadi? Saya ke Jakarta menerima penghargaan, tetapi dari Ombudsman kita dinilai berada di zona merah,” katanya.

Ia menegaskan, penilaian Ombudsman merupakan dasar penting dalam mengukur kualitas pelayanan publik. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran, khususnya Dinas Kesehatan, agar lebih serius dan responsif terhadap setiap instrumen evaluasi.

Teguran serupa juga disampaikan kepada Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan agar tidak mengabaikan aspek administrasi dan standar pelayanan yang menjadi indikator penilaian.

“Ombudsman merupakan penilaian dasar. Jangan anggap sepele administrasi. Pelayanan baik harus dibarengi kelengkapan administrasi,” tandasnya.

Bupati berharap, ke depan seluruh OPD dapat memperbaiki sistem administrasi dan meningkatkan respons terhadap proses evaluasi, sehingga pelayanan publik di Kabupaten Maluku Tenggara dapat keluar dari zona merah dan kembali memperoleh penilaian terbaik. (DN) 

Berita Terkait

40 Kantong Darah dan Tulang Hancur, Derita Siswi SMP Korban Tabrak Truk TNI, Sementara Kodam Pattimura Dinilai Hanya Beri Janji Manis
Bukan Sekadar Runner-up, Gema FC Angkat Standar dengan Terapis Olahraga
STIA Trinitas Ambon Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Workshop Penyusunan Dokumen SPMI
Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat
Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB
Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas
Hilang Kontak di Perairan Misol-Seram, Tim SAR Gabungan Kerahkan Segala Daya Cari Nelayan Asal Wahai Maluku Tengah
Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:08 WIT

40 Kantong Darah dan Tulang Hancur, Derita Siswi SMP Korban Tabrak Truk TNI, Sementara Kodam Pattimura Dinilai Hanya Beri Janji Manis

Rabu, 15 April 2026 - 10:24 WIT

Bukan Sekadar Runner-up, Gema FC Angkat Standar dengan Terapis Olahraga

Senin, 13 April 2026 - 10:42 WIT

Pasar Air Kuning Ambon Terbengkalai, Warga Soroti Dugaan Jadi Sarang Penyakit Masyarakat

Senin, 13 April 2026 - 05:43 WIT

Bukan Sekadar Mimpi, AKBP Ir. Untung Sangadji Bongkar “Cetak Biru” 17 Lompatan Besar untuk Transformasi SBB

Minggu, 12 April 2026 - 10:36 WIT

Keluarga Korban Tolak Sidang Dipindah ke Ambon, Kasus Kematian Siswa MTs Tual Memanas

Minggu, 12 April 2026 - 04:57 WIT

Hilang Kontak di Perairan Misol-Seram, Tim SAR Gabungan Kerahkan Segala Daya Cari Nelayan Asal Wahai Maluku Tengah

Sabtu, 11 April 2026 - 15:20 WIT

Harus Diusut, Pejabat Pemprov Maluku Punya “Japre” di PT. GM

Jumat, 10 April 2026 - 05:33 WIT

HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan

Berita Terbaru