Tokoh Muda Tahisane Desak Polisi Bongkar Pemicu Bentrok Ariate-Tanah Goyang

- Penulis

Friday, 5 June 2026 - 13:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dobraknusantara.com,-+ AMBON : Peristiwa bentrokan yang melibatkan warga Desa Ariate dan Dusun Tanah Goyang, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), terus menjadi perhatian publik.

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, tokoh muda Tahisane, Alex Kuparuw meminta aparat Kepolisian Resor (Polres) Seram Bagian Barat tidak hanya fokus pada pelaku lapangan, tetapi juga mengusut tuntas akar persoalan yang diduga berawal dari pesta joget dan konsumsi minuman keras.

Menurutnya, penyelidikan harus dilakukan secara menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terulang. Ia menilai, jika hanya pelaku pembacokan yang diproses hukum tanpa mengungkap penyebab utama konflik, maka potensi gesekan antarkelompok masyarakat masih akan terus ada.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, insiden bermula saat seorang pemuda Desa Ariate bernama Nando Pesireron melintas di Dusun Tanah Goyang sepulang dari kawasan tambang Sinabar pada Sabtu (30/5/2026) malam. Saat itu, sejumlah pemuda sedang berkumpul di sekitar lokasi pesta kampung yang diduga berlangsung dengan konsumsi minuman keras.

Ketika hendak melintas, Nando disebut membunyikan klakson kendaraan karena jalan terhalang kerumunan warga. Situasi kemudian memanas setelah terjadi adu mulut yang berujung pada aksi pemukulan terhadap dirinya.

Tidak terima atas kejadian tersebut, Nando kembali ke Desa Ariate dan menyampaikan peristiwa yang dialaminya kepada sejumlah pemuda setempat. Beberapa warga kemudian mendatangi lokasi pesta untuk mencari pihak yang diduga melakukan pemukulan.

Namun, sesampainya di Dusun Tanah Goyang, rombongan tersebut kembali terlibat ketegangan dengan sejumlah pemuda setempat. Situasi yang semula hanya berupa perselisihan berkembang menjadi aksi saling serang hingga mengakibatkan seorang pemuda Desa Ariate mengalami luka akibat sabetan senjata tajam pada bagian lengan.

Peristiwa itu memicu kemarahan warga Ariate. Sejumlah pemuda kemudian melakukan pengejaran terhadap pihak yang diduga terlibat dalam pembacokan. Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, seorang warga Dusun Tanah Goyang, Rafli Bufakar, menjadi korban sabetan parang di sekitar Pos Polisi Siaputi.

Tokoh muda Tahisane menegaskan bahwa seluruh rangkaian peristiwa tersebut tidak dapat dilepaskan dari dugaan konsumsi minuman keras dan aktivitas pesta malam yang berlangsung sebelum bentrokan terjadi.

“Polisi harus melihat persoalan ini secara utuh. Jangan hanya berhenti pada pelaku pembacokan, tetapi juga mengusut siapa saja yang menjadi pemicu awal konflik. Jika memang pesta dan miras menjadi faktor utama, maka itu harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum,” tegasnya.

Selain meminta pengusutan terhadap pelaku bentrokan, ia juga mendesak aparat untuk menindak tegas pihak-pihak yang terlibat dalam aksi lanjutan berupa perusakan fasilitas umum, termasuk Pos Polisi Siaputi dan rumah dinas Bhabinkamtibmas yang terjadi setelah konflik pecah.

Menurutnya, tindakan anarkis terhadap fasilitas negara tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Ia juga meminta Kapolda Maluku membentuk tim khusus guna mengidentifikasi serta menangkap para pelaku perusakan dan pembakaran yang terjadi pascainsiden bentrokan.

Di sisi lain, tokoh muda tersebut mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan informasi yang bersifat provokatif di media sosial maupun platform digital lainnya. Sebab, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi memperkeruh situasi dan merusak hubungan sosial yang selama ini terjalin di tengah masyarakat.

“Semua pihak harus menahan diri. Jangan ada narasi yang memecah belah masyarakat atau membawa konflik ini ke isu yang lebih luas. Yang dibutuhkan saat ini adalah penegakan hukum yang adil, objektif, dan menyeluruh agar keamanan serta hubungan baik antarwarga dapat kembali pulih,” pungkasnya. (DN) 

Berita Terkait

Pemerhati Olahraga Sambut Positif Terpilihnya Levi Kariuw, Insentif Pelatih Dinilai Gebrakan Bersejarah
Levi Kariuw Pimpin PASI Maluku, SDM Pelatih Berlisensi Jadi Perhatian Serius
Tak Lagi Bergantung Hibah, Muaythai Maluku Bangun Unit Usaha & Kemitraan Swasta di Era David Fenanlampir
Wabup Maluku Tenggara, Charlos Pimpin Upacara, Dorong Merdeka Belajar dan Kearifan Larvul Ngabal
Polsek KPYS Salurkan Bantuan untuk Keluarga Buruh Bagasi, Kapolsek: Momentum Hari Buruh untuk Berbagi
Ultimatum Koalisi Pemuda Maluku : Sebulan Tak Ada Tersangka, Kejati Kami Kepungi
PWI Maluku Tunjuk Rony Samloy Sebagai Plt Ketua PWI SBB, Fokus Konsolidasi Menuju Kepengurusan Baru 2026-2030
Satnarkoba Malteng Dinilai Tak Transparan Tangani Dugaan Kasus Ponakan Sekda Malteng Pesta Narkoba di Perumahan Guru
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Friday, 5 June 2026 - 13:08 WIT

Tokoh Muda Tahisane Desak Polisi Bongkar Pemicu Bentrok Ariate-Tanah Goyang

Saturday, 9 May 2026 - 22:03 WIT

Pemerhati Olahraga Sambut Positif Terpilihnya Levi Kariuw, Insentif Pelatih Dinilai Gebrakan Bersejarah

Saturday, 9 May 2026 - 14:59 WIT

Levi Kariuw Pimpin PASI Maluku, SDM Pelatih Berlisensi Jadi Perhatian Serius

Saturday, 2 May 2026 - 20:36 WIT

Tak Lagi Bergantung Hibah, Muaythai Maluku Bangun Unit Usaha & Kemitraan Swasta di Era David Fenanlampir

Friday, 1 May 2026 - 18:10 WIT

Polsek KPYS Salurkan Bantuan untuk Keluarga Buruh Bagasi, Kapolsek: Momentum Hari Buruh untuk Berbagi

Friday, 1 May 2026 - 05:20 WIT

Ultimatum Koalisi Pemuda Maluku : Sebulan Tak Ada Tersangka, Kejati Kami Kepungi

Wednesday, 29 April 2026 - 17:22 WIT

PWI Maluku Tunjuk Rony Samloy Sebagai Plt Ketua PWI SBB, Fokus Konsolidasi Menuju Kepengurusan Baru 2026-2030

Tuesday, 28 April 2026 - 13:14 WIT

Satnarkoba Malteng Dinilai Tak Transparan Tangani Dugaan Kasus Ponakan Sekda Malteng Pesta Narkoba di Perumahan Guru

Berita Terbaru