Dobraknusantara.com,-Ambon – Di bawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) baru, R.M. David Fenanlampir, Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Maluku mencanangkan transformasi besar dalam tata kelola organisasi. Salah satu fokus utama periode 2026-2030 adalah kemandirian finansial, dengan mengurangi ketergantungan pada dana hibah pemerintah melalui pembentukan unit usaha dan penguatan kemitraan strategis dengan sektor swasta.
David, yang resmi terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Luar Biasa Provinsi (Muslubprov) pada Sabtu (2/5/2026), menegaskan bahwa olahraga prestasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan anggaran dari negara. Ia menilai, untuk mencapai target menjadi “lumbung atlet” yang disegani di tingkat nasional hingga internasional, Muaythai Maluku harus memiliki basis pendanaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Kita tidak bisa 100 persen bergantung pada dana hibah. Itu tidak sehat bagi organisasi jangka panjang. Kita harus mandiri,” ujar David dalam konferensi pers pasca-pelantikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi Kemandirian Dana
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pengprov MI Maluku akan menerapkan dua langkah konkret:
1. Pembentukan Unit Usaha Pengprov:
David berencana mendirikan badan usaha milik organisasi yang bergerak di bidang jasa kepelatihan, manajemen event, atau merchandise resmi Muaythai Maluku. Keuntungan dari unit usaha ini akan dialokasikan kembali untuk biaya operasional, pemusatan latihan (TC), dan kesejahteraan atlet.
2. Kemitraan Strategis dengan BUMN & Swasta:
Pengprov akan aktif menjajaki kerja sama sponsorship dengan perusahaan BUMN yang beroperasi di Maluku, serta korporasi swasta lokal. David menekankan bahwa pendekatan yang digunakan bukan sekadar meminta sumbangan, melainkan menawarkan nilai tambah (value) bagi mitra, seperti eksposur merek melalui atlet berprestasi dan event-event bergengsi yang akan diselenggarakan.
“Kami akan menggandeng KONI, Dispora, tentu saja, tapi juga membuka pintu lebar-lebar bagi BUMN dan swasta. Mereka butuh visibilitas, kami butuh dukungan dana. Ini harus jadi hubungan simbiosis mutualisme,” jelasnya.
Bagian dari Delapan Misi Besar
Langkah kemandirian dana ini merupakan salah satu dari delapan misi strategis yang dicanangkan David selama masa jabatannya 2026-2030. Selain aspek finansial, misi lainnya meliputi pembinaan atlet berjenjang, peningkatan kualitas pelatih/wasit, penyelenggaraan kompetisi rutin (termasuk target tuan rumah Kejurnas 2027), tata kelola transparan, pemassalan di sekolah/kampus, serta jaminan kesehatan dan apresiasi bagi atlet.
David juga menekankan pentingnya profesionalisme dalam mengelola dana tersebut. “Pengurus harus bekerja secara kolektif, laporan keuangan harus terbuka dan diaudit. Tidak ada ruang untuk one man show atau penyalahgunaan wewenang. Transparansi adalah kunci kepercayaan mitra sponsor,” tegasnya.
Dengan strategi ini, David optimis Muaythai Maluku tidak hanya akan unggul di atas matras pertandingan, tetapi juga menjadi contoh organisasi olahraga daerah yang modern, profesional, dan mandiri secara finansial. (DN-06)













