DN.COM-AMBON – Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, memastikan pelayanan dan pembinaan bagi 243 warga binaan (tahanan dan narapidana) tetap berjalan optimal jelang hari raya. Meski menyatu dalam satu lokasi, Jefry menegaskan bahwa hak ibadah dan pelayanan bagi seluruh penghuni terjamin dengan baik.
“Program pembinaan tetap berjalan. Kami memastikan seluruh warga binaan mendapatkan pelayanan yang baik, termasuk fasilitas keagamaan,” ujar Jefry, Selasa (17/3).
Menyambut momentum ganda, yakni Paskah dan Idulfitri 1447 H, Rutan Ambon menyiapkan kegiatan spesifik bagi masing-masing umat. Warga binaan Kristen akan terlibat dalam pembuatan telur Paskah, sementara warga Muslim menjalani ibadah Ramadan penuh mulai dari salat berjamaah (Magrib, Isya, Tarawih) hingga tadarus Al-Qur’an.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Semua berjalan beriringan dengan harmonis. Yang Kristen mempersiapkan Paskah, yang Muslim fokus pada puasa dan Lebaran,” jelasnya.
Usulan Remisi dan Pembenahan Pasca-Insiden
Jefry mengungkapkan bahwa sebanyak 48 warga binaan telah diusulkan menerima remisi khusus Idulfitri. Sementara itu, pasca-insiden kericuhan sebelumnya, fokus utama kini diarahkan pada pembenahan total. Fasilitas rusak diperbaiki, dinding dicat ulang, dan warga binaan dilibatkan dalam pembersihan area untuk menciptakan lingkungan yang layak.
“Kami ingin saat hari kunjungan nanti, suasana rutan terlihat bersih, rapi, dan nyaman bagi keluarga,” katanya.
Untuk menghindari penumpukan massa, layanan kunjungan Lebaran akan diterapkan secara bergiliran dengan sistem pembatasan kuota. Sosialisasi alur kunjungan juga gencar dilakukan melalui media sosial dan selebaran.
Visi “Rutan of Music”
Melihat ke depan, Jefry mencetuskan visi besar menjadikan Rutan Ambon sebagai “Rutan of Music”. Gagasan ini bertujuan mengembangkan bakat seni, khususnya musik dan vokal, yang dimiliki para warga binaan sebagai sarana rehabilitasi positif.
Sebagai putra daerah, Jefry juga berkomitmen menjaga predikat Maluku sebagai wilayah bebas korupsi dan birokrasi bersih.
“Nama baik Ambon harus kita jaga. Jika di luar bisa bagus, di dalam rutan juga harus lebih baik lagi,” tandasnya. (DN)













