DN.COM,-AMBON – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon bersama Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku kembali memberikan kepastian kepada masyarakat bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Ibu Kota Maluku dalam kondisi aman dan tercukupi. Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya antrian di sejumlah SPBU yang dipicu oleh informasi tidak akurat atau isu kelangkaan yang beredar di tengah masyarakat.
Pertamina: Stok Aman, Suplai Ditingkatkan 60%
Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM dari Integrated Terminal (IT) Wayame, Ambon, berjalan maksimal untuk melayani kebutuhan masyarakat. Menanggapi lonjakan konsumsi yang terjadi pada Senin (30/3/2026), perusahaan pelat merah tersebut langsung mengambil langkah sigap dengan menambah suplai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Stok kami sampaikan sekali lagi dalam kondisi aman. Kami berhasil memenuhi lonjakan konsumsi masyarakat pada Senin kemarin untuk kebutuhan Pertalite dan Pertamax dengan melakukan suplai tambahan sekitar 60% dari normal harian,” jelas Bramantyo Rahmadi, Pjs. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Papua Maluku, Selasa (1/4/2026).
Bramantyo menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan permintaan, ketersediaan BBM di terminal maupun SPBU tetap terjaga berkat suplai rutin dari kapal tanker. “Artinya, dengan lonjakan ini pun, sebetulnya stok masih tersedia melimpah,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM secara bijak sesuai kebutuhan. “Terjadinya antrian bukan berarti terjadi kekosongan produk di SPBU. Mari gunakan energi secara bijak dan beli BBM secukupnya agar layanan pengisian bisa berjalan efektif bagi semua orang,” tukasnya.
Walikota Ambon: Jangan Termakan Isu Menyesatkan
Senada dengan Pertamina, Walikota Ambon, Bodewin Wattimena, turut turun tangan menenangkan warga. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya, terutama terkait isu kelangkaan atau kenaikan harga BBM.
“Jika ada informasi tentang kelangkaan BBM, kami pastikan itu tidak benar. Stok BBM di Kota Ambon tersedia dan mencukupi untuk beberapa waktu ke depan. Jangan percaya isu-isu yang menyesatkan seperti BBM habis atau harga naik,” tegas Bodewin.
Walikota juga menyoroti dampak negatif dari perilaku panic buying atau pembelian berlebihan. Menurutnya, tindakan inilah yang justru memperparah antrian dan menciptakan kesan seolah-olah barang langka.
“Kami berharap masyarakat membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Tidak perlu panik dengan mengisi dalam jumlah banyak, karena justru dapat memperparah antrean dan merugikan pengguna lain,” tambahnya.
Ajakan Melawan Hoaks Secara Bersama
Lebih jauh, Bodewin Wattimena mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif memutus rantai penyebaran berita bohong (hoaks). Ia meminta warga yang telah menerima informasi benar untuk menyebarkannya secara berantai kepada lingkungan terdekat, keluarga, dan tetangga.
“Pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus hadir untuk memastikan kebutuhan masyarakat, termasuk BBM, tetap terpenuhi dengan baik. Setiap kebijakan resmi pasti akan diumumkan secara terbuka oleh pemerintah. Mari bijak dalam mengisi BBM dan lawan hoaks yang menimbulkan kepanikan,” katanya.
Hingga saat ini, monitoring di lapangan menunjukkan bahwa pasokan BBM di SPBU-SPBU wilayah Ambon terus diisi secara berkala. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, tidak terprovokasi isu liar, dan mematuhi antrian dengan tertib jika memang diperlukan.(DN)













