DN. COM, -AMBON – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan komitmennya dalam menyelenggarakan pembinaan yang holistik bagi warga binaan. Menjelang perayaan Hari Raya Paskah 2026, instansi yang dipimpin oleh Plt. Kepala Rutan Jefry R. Persulessy ini menggelar serangkaian kegiatan perlombaan yang mengintegrasikan aspek olahraga dan seni sebagai media penguatan nilai-nilai kerohanian.
Kegiatan yang dibuka secara resmi pada Selasa (24/3/2026) pukul 14.48 WIT di Area Graha Gereja Rutan Ambon ini bukan sekadar ajang hiburan, melainkan bagian strategis dari program pembinaan kepribadian. Tujuannya adalah menanamkan semangat pembaharuan, sportivitas, dan kreativitas sebagai cerminan dari makna Paskah itu sendiri.
Integrasi Fisik dan Spiritual dalam Pembinaan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam laporannya kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Plt. Karutan Jefry R. Persulessy menjelaskan bahwa pendekatan pembinaan di Rutan Ambon tidak lagi terpaku pada metode konvensional. Melibatkan warga binaan dalam aktivitas positif seperti olahraga dan seni dinilai efektif untuk menstimulasi kesehatan mental dan spiritual.
“Paskah adalah momen kemenangan dan harapan baru. Kami ingin warga binaan merasakan semangat tersebut melalui aktivitas yang konstruktif. Dengan menggabungkan olahraga untuk ketahanan fisik dan seni untuk kehalusan budi, kami berharap proses introspeksi dan perbaikan diri mereka berjalan lebih optimal,” ujar Jefry saat membuka acara.
Momen pembukaan ditandai dengan aksi simbolis di mana Plt. Karutan melakukan kick-off atau menendang bola ke gawang, menyimbolkan dimulainya langkah baru menuju kehidupan yang lebih baik bagi seluruh warga binaan.
Aneka Lomba sebagai Media Refleksi
Selama enam hari pelaksanaan (24–29 Maret 2026), Rutan Ambon menyajikan empat jenis perlombaan utama yang dirancang khusus untuk menyentuh berbagai aspek potensi warga binaan:
1. Penalty Kick & Joker: Cabang olahraga ini tidak hanya menguji fisik, tetapi juga mengajarkan kejujuran, penerimaan atas hasil (sportivitas), dan pengelolaan emosi—nilai-nilai yang sangat relevan dalam proses pemasyarakatan.
2. Cerdas Cermat: Kompetisi ini fokus pada aspek intelektual dan pengetahuan kerohanian, mendorong warga binaan untuk mendalami makna Paskah secara lebih mendalam.
3. Melukis Telur Paskah: Sebagai puncak ekspresi seni, lomba ini memberikan ruang bagi warga binaan untuk menuangkan kreativitas mereka. Menghias telur, yang melambangkan kehidupan baru, menjadi metafora visual dari harapan akan transformasi diri setelah bebas nanti.
Yang menarik, kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif dari para pegawai Rutan Ambon. Kolaborasi antara petugas dan warga binaan dalam satu arena lomba menciptakan suasana kekeluargaan yang erat, meruntuhkan tembok psikologis, dan memperkuat hubungan interpersonal yang sehat.
Suasana Kondusif dan Aman
Meskipun digelar dengan skala yang cukup besar dan melibatkan mobilitas peserta di area gereja rutan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan terkendali. Protokol keamanan tetap dijalankan dengan ketat namun tidak mengurangi esensi kegembiraan acara. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan pembinaan yang intensif dapat berjalan beriringan dengan standar keamanan lembaga pemasyarakatan.
“Kami bersyukur kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Antusiasme warga binaan sangat tinggi, dan ini adalah indikator positif bahwa mereka responsif terhadap program pembinaan yang kami berikan,” tambah Jefry.
Dampak Jangka Panjang bagi Warga Binaan
Langkah Rutan Ambon ini mendapat apresiasi sebagai bentuk inovasi dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Dengan memperkuat dimensi kerohanian melalui metode yang menyenangkan (edutainment), diharapkan warga binaan tidak hanya menjalani hukuman secara pasif, tetapi aktif membangun karakter baru.
Event enam hari ini diharapkan menjadi momentum penting bagi warga binaan Kristen maupun non-Kristen untuk belajar toleransi, kerja sama, dan menemukan makna harapan di tengah keterbatasan. Sebagaimana tema Paskah, kegiatan ini ingin menyampaikan pesan bahwa selalu ada kesempatan kedua untuk memulai hidup baru dengan cara yang lebih baik.
Seusai pembukaan, Plt. Karutan Jefry R. Persulessy memastikan bahwa seluruh hasil dan dokumentasi kegiatan akan dilaporkan kepada pimpinan Kanwil DJP Maluku sebagai bahan evaluasi dan referensi untuk program pembinaan mendatang di wilayah Maluku.(DN)













