DN. COM., -AMBON – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Ambon di lokasi Baguala Nania, Maluku. Keputusan tegas ini diambil menyusul beredarnya video viral yang memperlihatkan adanya tikus di area dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah pembekuan ini tertuang dalam surat resmi BGN Nomor 951/D.TWS/03/2026 tertanggal 15 Maret 2026 yang ditandatangani oleh Rudi Setiawan, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah III. Dalam surat tersebut, BGN menyatakan operasional dihentikan “sampai batas waktu yang tidak ditentukan” seiring dengan dilakukannya evaluasi menyeluruh.
“Sehubungan dasar tersebut di atas… maka untuk sementara waktu dihentikan operasionalnya sampai batas waktu yang tidak ditentukan,” bunyi isi surat tersebut sebagai implementasi Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang Keamanan Pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Menurut Pengelola: Terjadi Saat Pasca-Libur
Menanggapi penutupan ini, Kepala SPPG Baguala Nania, Brend, memberikan klarifikasi terkait kronologi kejadian. Menurutnya, temuan tikus tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Januari lalu, tepat setelah dapur beroperasi kembali pasca-libur akhir tahun yang cukup panjang.
“Awalnya itu kan kita ada libur lama, jadi dapur memang tutup karena tidak ada operasional. Lalu pada bulan Januari kita jalan. Tikus itu sebenarnya dari bulan Januari,” ungkap Brend saat dikonfirmasi.
Brend membantah isu bahwa tikus tersebut berada dalam jumlah banyak. “Kalau bilang banyak, saya enggak. Beta (saya) cuma dapat satu saja hari itu dari karyawan. Segera setelah itu, kami langsung melakukan pembersihan total (deep cleaning), mengevakuasi relawan, dan membersihkan seluruh area dari depan sampai belakang karena kami tahu dapur MBG wajib higienis,” tambahnya.
Ia mengaku bingung mengapa kasus yang sudah ditangani dan dibersihkan sejak Januari tersebut baru menjadi laporan dan viral pada akhir Februari. “Sudah berjalan sebulan lebih kami bersih-bersih, kurang tahu kenapa sampai sekarang ini muncul lagi,” ujarnya.
Dugaan Ada Oknum dan Video Potongan
Senada dengan hal tersebut, Abidin, perwakilan dari pihak dapur dan yayasan pengelola, menyayangkan keterlambatan pelaporan video viral tersebut. Ia menduga ada pihak-pihak yang tidak menginginkan program ini berjalan lancar.
“Yang kami sayangkan, videonya itu kejadian bulan Januari, tapi laporannya kok bisa sampai Februari? Di pengembangan Dapur MBG ini memang banyak yang suka dan tidak suka. Ada oknum yang mencoba mengambil keuntungan dari pemenggalan video tadi untuk dijadikan laporan,” tegas Abidin.
Abidin menjelaskan bahwa kondisi dapur saat kejadian adalah pasca-ditinggalkan selama 2-3 minggu akibat libur akhir tahun. “Mungkin tikus itu masuk saat dapur terkunci rapat dan lama ditinggalkan orang. Pas mau persiapan olah makanan lagi, akhirnya muncul kejadian tidak terduga itu,” jelasnya membenarkan penjelasan Kepala PPG.
Komitmen Perbaikan dan Evaluasi BGN
Meskipun merasa ada ketidakadilan dalam timing pelaporan, pihak pengelola menyatakan menerima keputusan BGN dan berkomitmen untuk memperbaiki standar kebersihan. “Kami ucapkan terima kasih atas evaluasinya. Pasti akan kami tingkatkan lagi kebersihannya agar tidak terulang,” janji Abidin.
Kasus di Ambon ini menjadi bagian dari rangkaian evaluasi besar-besaran yang dilakukan BGN terhadap ratusan dapur MBG di seluruh Indonesia, termasuk penutupan puluhan dapur di Jawa Barat sebelumnya. Hingga saat ini, belum ada kepastian kapan SPPG Baguala Nania dapat beroperasi kembali. BGN dikabarkan akan menunggu hasil pemeriksaan menyeluruh dan verifikasi perbaikan protokol kesehatan sebelum mencabut status pembekuan.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, dan menunggu hasil investigasi lengkap dari tim pemantau BGN. (DN)













