GAGAL LAGI! Italia Tunduk di Tangan Bosnia, Gattuso Menangis: “Darah Saya Habis!”

- Penulis

Rabu, 1 April 2026 - 13:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DN,-ZENICA – Sejarah buruk kembali berulang bagi sepak bola Italia. Mimpi Gli Azzurri untuk tampil di Piala Dunia 2026 resmi pupus setelah takluk dramatis dari Bosnia dan Herzegovina dalam laga playoff penentuan di Stadion Bilino Polje, Zenica, Selasa (31/3/2026) malam waktu setempat.

Kekalahan ini semakin memperparah luka sejarah, mengingat ini adalah kali ketiga berturut-turut Italia gagal melangkah ke putaran final Piala Dunia (setelah absen di 2018 dan 2022).

Jalannya Laga: Dari Harapan Jadi Kepastian Pahit

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

* Unggul Lebih Dulu: Italia memulai laga dengan impresif. Gol cepat dari Moise Kean pada babak pertama sempat memberikan harapan besar bagi ribuan suporter Azzurri.
* Titik Balik Nasib: Segalanya berubah saat bek andalan Alessandro Bastoni diusir wasit usai menerima kartu merah. Italia terpaksa bermain dengan 10 orang selama hampir satu jam penuh.
* Mental Runtuh: Bermain dengan jumlah pemain kurang, pertahanan Italia goyah. Bosnia, yang didorong oleh suasananya yang mencekam, berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Haris Tabakovic di menit-menit akhir waktu normal.
* Tragedi Penalti: Skor 1-1 bertahan hingga babak perpanjangan waktu. Pada drama adu penalti yang menegangkan, mental Italia hancur lebur. Mereka takluk 1-4, mengubur harapan mereka dalam-dalam di tanah Bosnia.

Reaksi Gattuso: “Darah Saya Habis Terkuras”

Suasana ruang pers pasca-pertandingan berubah menjadi sangat emosional. Pelatih berusia 48 tahun itu, Gennaro Gattuso, tak kuasa menahan air mata. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan permintaan maaf yang tulus kepada seluruh rakyat Italia.

“Saya meminta maaf secara pribadi karena gagal membawa tim ini lolos. Namun, saya bangga luar biasa pada anak-anak saya. Mereka bertarung layaknya prajurit di parit pertahanan meski hanya bersepuluh orang. Mereka tidak pantas menerima hasil sekejam ini,” ucap Gattuso sambil mengusap air mata di hadapan wartawan RAI Sport.

Baca Juga:  Dua Klub Arab Saudi Berburu Tandatangan Lionel Messi di 2026

Gattuso juga menggambarkan betapa hancurnya perasaan dirinya dengan kalimat yang menyentuh hati:
“Jika Anda menusuk saya dengan belati hari ini, tidak akan ada darah yang keluar. Darah saya sudah habis terkuras. Kegagalan ini sangat menyakitkan bagi pergerakan sepak bola Italia.”

Menolak Menyalahkan Wasit & Masa Depan Menggantung

Laga ini sebenarnya diwarnai kontroversi. Pelanggaran keras terhadap Marco Palestra yang sedang breakaway menuju gawang hanya dihargai wasit Clement Turpin dengan kartu kuning, bukan kartu merah. Banyak pihak merasa Italia dirugikan, namun Gattuso dengan besar hati menolak menjadikan hal tersebut sebagai alasan.

“Inilah sepak bola. Saya tidak ingin membicarakan wasit. Saya sudah lama di dunia ini, saya tahu rasanya menang dan hancur lebur seperti hari ini,” tegas mantan kapten AC Milan tersebut.

Kini, pertanyaan besar melayang di udara: Apakah ini akhir dari era Gattuso di Timnas Italia? Saat ditekan mengenai masa depannya, Gattuso memilih bungkam dan enggan membahasnya.

“Membicarakan masa depan saya hari ini tidak penting. Yang terpenting seharusnya adalah pergi ke Piala Dunia. Kami sangat kecewa,” tutupnya singkat sebelum meninggalkan ruangan.

Italia kini harus menelan pil pahit: absen dari tiga edisi Piala Dunia beruntun. Sebuah rekor kelam yang belum pernah terjadi dalam sejarah sepak bola negara empat kali juara dunia tersebut. (DN) 

Berita Terkait

Raih Penghargaan Assist of the Year, Yance Sayuri Banggakan Sepak Bola Timur
Training Camp Malut United FC Jadi Pusat Pembinaan Berkelas Internasional di Ternate
Yamal Selamatkan Barcelona di Injury Time, Tahan Newcastle 1-1 di St James’ Park
Liverpool Singkirkan Wolves 3-1, Melaju ke Perempat Final Piala FA
Malut United Bangkit di Pamekasan, Tekuk Madura United 2-1
Vico Duarte Dipinjamkan Malut ke Dewa United 
Misi Malut United Pertahankan Rekor Tak Terkalahkan di Gelora Bung Tomo
Terpilih Secara Aklamasi Menjadi Ketua IPSI Kota Ambon , Fenly : Utamakan Penguatan Kapasitas Organisasi dan Sinergitas Perguruan Silat
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 20:53 WIT

Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954

Rabu, 8 April 2026 - 19:20 WIT

Resmi! Mayjen TNI Doddy Triwinarto Pimpin Kodam XV/Pattimura, Diserahterimakan Langsung oleh Kasad di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 - 15:19 WIT

Pemerintahan Lewerissa “Tumbuh Suburkan” Nepotisme, Elna Anakotta Pernah Disanksi Berat, Diangkat Jadi Kadiskes Maluku

Rabu, 8 April 2026 - 15:08 WIT

Siapa Penguasa Kabupaten di Maluku yang Ditangkap Azer Orno, Kaidel, Gonga, Jauwerissa atau Sahubawa?

Rabu, 8 April 2026 - 12:35 WIT

Rugikan Negara Rp2,8 Miliar, Polda Maluku Tetapkan Empat Tersangka: Sorotan Tertuju pada KPA Ismail Usenahu atas Pencairan Dana 100% di Tengah Proyek Mangkrak

Selasa, 7 April 2026 - 13:40 WIT

Peringati HBP ke-62, Rutan Ambon Gelar 12 Hari Kegiatan Humanis: Dari Razia hingga Porseni untuk Perkuat Sinergi Petugas dan Warga Binaan

Selasa, 7 April 2026 - 10:33 WIT

Kanwil Pemasyarakatan Maluku Kukuhkan Satop Kepatuhan Internal, Ricky Dwi Biantoro Tegaskan Nol Toleransi Pelanggaran

Selasa, 7 April 2026 - 05:46 WIT

Aktivis Gerald Wakanno Bongkar Dugaan Perusahaan Fiktif dan Jual Beli Hutan Sosial dalam Skema Carbon Trading di Maluku

Berita Terbaru