Brutal, di Dalam Rutan! Kepala Rutan Ambon Diduga Semprot BonCabe, Hajar dan Setrum Napi Hingga Ricuh

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:22 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_16908288

Oplus_16908288

DN. COM, – Ambon – Aroma kekerasan menyengat dari balik jeruji Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon. Seorang warga binaan berinisial AFN diduga menjadi korban aksi brutal yang menyeret langsung nama kepala rutan bersama sejumlah stafnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, AFN diduga mengalami perlakuan kejam berupa penyemprotan bubuk cabai BonCabe ke bagian mata, dihajar tanpa ampun, hingga disetrum di dalam area rutan.

Sumber menyebut, tindakan itu diduga dilakukan langsung oleh Kepala Rutan Yudhy Rizaldy bersama beberapa staf.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Korban disemprot BonCabe ke mata sampai kesakitan, dipukul, bahkan disetrum. Setelah itu langsung dipindahkan,” ungkap salah satu sumber kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).

Tak berhenti di situ, usai insiden tersebut AFN langsung dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ambon dan dimasukkan ke sel isolasi yang dikenal di kalangan warga binaan sebagai “sel tikus” — ruang sempit dan terasing yang identik dengan hukuman tambahan.

Langkah pemindahan mendadak itu justru memicu kecurigaan. Keluarga korban disebut panik dan takut ada upaya menutup-nutupi dugaan kekerasan yang terjadi.

“Setelah diduga dianiaya, dia malah dipindahkan dan dikurung di sel isolasi. Keluarga sangat khawatir. Jangan sampai ini untuk membungkam,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga:  PPK Dinkes Buru Selatan dan 2 Kontraktor Tersangka Korupsi Pengadaan Obat Puskesmas RP 4,5 M Ditangkap Polisi 

Dugaan penganiayaan itu menyulut emosi. Situasi di dalam rutan sempat memanas hingga berujung kerusakan sejumlah fasilitas.

“Kondisi rutan kacau. Beberapa kaca dan pintu rusak karena kemarahan keluarga yang tak terima,” katanya.

Lebih jauh, sumber tersebut menyebut praktik kekerasan terhadap warga binaan diduga bukan kali pertama terjadi.

“Dulu tidak pernah ada tindakan seperti ini. Tapi sejak beliau menjabat, kekerasan terhadap napi disebut makin sering terdengar,” ungkapnya.

Pihak keluarga kini mendesak investigasi total dan perlindungan penuh terhadap AFN. Mereka menegaskan, keselamatan korban adalah tanggung jawab negara karena masih berada dalam sistem pemasyarakatan.

“Kami minta ini diusut tuntas. Jangan ada lagi kekerasan di balik tembok rutan. Hukum harus berlaku untuk siapa pun,” tegas sumber itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia serta manajemen Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Ambon masih diupayakan konfirmasi guna memberikan klarifikasi resmi atas tudingan serius tersebut. (DN) 

Berita Terkait

Ramadan Penuh Berkah, Kafe Ujung JMP Ambon Berbagi 200 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan
Gubernur Maluku Dikecam IJTI, Sikap Emosional ke Jurnalis Dinilai Cederai Kebebasan Pers
IJTI Maluku Soroti Sikap Keras Gubernur Saat Doorstop, Wartawan SCTV Sempat Diinterogasi di Mapolda
Karutan Ambon Klarifikasi Kronologi Insiden Warga Binaan hingga Penyerangan Massa
Bupati Maluku Tenggara: Manyeuw, KKT dan KKTS Satu Ekosistem Pangan dan Pariwisata
Hakim PN Ambon Jatuhkan Putusan Pemaafan Pertama Sejak KUHP Baru Berlaku
Peringati HUT ke-54 Basarnas, SAR Ambon Tasyakuran dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar dan Insan Pers
HUT ke-54 Basarnas, SAR Ambon Tegaskan Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan
Berita ini 367 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:47 WIT

Ramadan Penuh Berkah, Kafe Ujung JMP Ambon Berbagi 200 Paket Takjil untuk Pengguna Jalan

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:35 WIT

Gubernur Maluku Dikecam IJTI, Sikap Emosional ke Jurnalis Dinilai Cederai Kebebasan Pers

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:05 WIT

IJTI Maluku Soroti Sikap Keras Gubernur Saat Doorstop, Wartawan SCTV Sempat Diinterogasi di Mapolda

Kamis, 5 Maret 2026 - 10:07 WIT

Karutan Ambon Klarifikasi Kronologi Insiden Warga Binaan hingga Penyerangan Massa

Rabu, 4 Maret 2026 - 17:39 WIT

Bupati Maluku Tenggara: Manyeuw, KKT dan KKTS Satu Ekosistem Pangan dan Pariwisata

Selasa, 3 Maret 2026 - 17:47 WIT

Hakim PN Ambon Jatuhkan Putusan Pemaafan Pertama Sejak KUHP Baru Berlaku

Senin, 2 Maret 2026 - 19:48 WIT

Peringati HUT ke-54 Basarnas, SAR Ambon Tasyakuran dan Buka Puasa Bersama Keluarga Besar dan Insan Pers

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:14 WIT

HUT ke-54 Basarnas, SAR Ambon Tegaskan Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan

Berita Terbaru