DN,-Ambon- Romy Siahaya, salah satu pegawai di Universitas Pattimura Ambon, bakal dipanggil pihak rektorat terkait insiden yang terjadi di depan Coffee Ujung JMP, kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon pada Jumat pekan kemarin.
Saat itu, suami dari salah satu anggota kepolisian Polda Maluku yang diduga dalam kondisi mabuk itu ricuh dengan karyawan hingga pemilik kafe. Kericuhan itu sempat direkam dan viral di media sosial, baik di facebook dan platform WhatsApp, hingga diberitakan sejumlah media di Maluku.
Insiden itu berawal saar Romy ditegur manager dan pemolik kafe lantaran memarkirkan mobilnya sembarangan di depan pintu masuk kafe. Tidak terima ditegur, Romy yang diduga dalam kondisi mabuk itu kemudian manantang pemilik kafe, Levinus Kariuw.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Manager Coffee Ujung JMP, An Bin Umar saat dikonfirmasi wartawan mengaku, sebelumnya telah menegur dan menganjurkan pegawai Unpatti itu supaya memarkirkan kendaraannya pada area parkir yang disediakan.
Namun oknum pegawai Unpatti itu bersikap arogannya dan menolak anjuran. “Terserah beta (saya), barang sapa (siapa) mau larang beta,”ungkap manager kafe mengutit perkataan pegawai Unpatti itu, Senin (8/12/2025).
Meski begitu, dia (Romy) tetap dicegah oleh manager kafe, karena akan ditegur oleh pemilik kafe. Tidak terima ditegur, yang bersangkutan (Romy) dengan nada kasar menanyakan nama pemilik kafe. Bahkan dia mengaku sebagai senior di institusi kepolisian dari istri pemilik kafe.
“Ose (kamu) punya bos par (buat) Levi?. Bilang ke antua (beliau) kalau beta ini Ibu Lala (istri Levi) punya senior. Padahal dia itu pegawai Unpatti, istrinya yang polwan,”jelasnya.
Setelah itu, Romy kembali diminta oleh pemilik kafe, Levinus Kariuw untuk memindahkan mobilnya ke area parkir yang disediakam. Namun, yang bersangkutan menolak, bahkan menantang pemilik kafe. Adu mulut pun terjadi antara onum pegawai Unpatti dengan pemilik kafe.
Rektor Universitad Pattimura (Unpatti), Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy saat dikonfirmasi waetawan via panggilan telephon mengenai insiden tersebut, mengaku belum mengetahui persis kronologisnya.
Sebab, informasi yang diperoleh itu melalui pesan WhatsApp. Meski begitu, pihaknya berinisiatif untuk melakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Beta (saya) belum panghil dia. Nanti beta panggil dia, karena itu kan informasi di WA saja. Kemaren ada berangkat, jadi belum sempat panggil dia,” jelas Rektor saat dihubungi wartawan via telephon seluler, Senin (8/12/2025).
Menyangkut dengan sikap pihak Universit jika pegawai Unpatti itu terbukti bikin gaduh, kata rektor, tergantung penjelasan dari yang bersangkutan (Romy.red) nanti.
“Nanti kita panghil dulu, kita dengarkan penjelasannya dulu, bari kita tindaklanjuti,”jelas Rektor. (DNB)

















