DN. COm, –LANGGUR – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan ekonomi inklusif yang berbasis pada potensi lokal, sejalan dengan penguatan sektor pendidikan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Malra, Charlos Viali Rahantoknam, saat membuka Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Bidang Pendidikan yang berlangsung di Ballroom Hotel Safira Langgur, Selasa (10/03/2026).
Dalam sambutannya, Wabup Viali menegaskan bahwa pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal bertujuan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam aktivitas ekonomi daerah. Pendekatan tersebut menekankan partisipasi luas masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Upaya ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus didukung pelayanan dasar yang merata, sumber daya manusia yang berkualitas, serta ketahanan pangan yang kuat, sehingga bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, serta mampu bersaing di era global. Karena itu, pembangunan pendidikan harus selaras dengan arah pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Menurutnya, melalui sistem pendidikan yang baik, generasi muda Maluku Tenggara diharapkan mampu mengembangkan potensi daerah sekaligus meningkatkan daya saing wilayah di masa mendatang.
Forum OPD Bidang Pendidikan tersebut merupakan bagian dari tahapan penyusunan program dan kegiatan yang akan diintegrasikan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2027.
Melalui forum ini, diharapkan perencanaan program pendidikan semakin terarah, sekaligus memperkuat manajemen pelayanan pendidikan yang lebih partisipatif, terkoordinasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Malra, Bin Raudah Arif Hanoeboen, pimpinan OPD terkait, para camat se-Kabupaten Maluku Tenggara, serta para kepala desa (Ohoi) dari berbagai wilayah di daerah tersebut. (DN)













