DN. COM, -HALMAHERA TENGAH – Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication Relations & CSR Papua Maluku, Ispiani Abbas, memastikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Selain menjamin stok, Pertamina juga menegaskan bahwa seluruh penjualan BBM di jaringan resminya telah dilakukan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Tidak ditemukan adanya pelanggaran penjualan di atas harga wajar di lapangan.
“Kami sudah lakukan pengecekan langsung ke SPBU. Stok masih tersedia dan tidak ada pelanggaran penjualan di atas harga yang telah ditetapkan,” ujar Ispiani Abbas dalam keterangannya, Sabtu (28/3/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Imbauan Beli di Saluran Resmi
Ispiani mengimbau masyarakat untuk tetap membeli BBM hanya melalui lembaga penyalur resmi Pertamina, seperti SPBU, Pertashop, dan agen resmi lainnya. Langkah ini penting untuk menjamin tiga hal utama: kualitas produk yang terjamin, kepastian takaran yang akurat, serta harga jual yang sesuai regulasi.
“Kami bisa menjamin kualitas produk, kepastian takaran, dan juga harga jual sesuai yang berlaku untuk Provinsi Maluku Utara,” jelasnya merinci harga saat ini:
* Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
* Pertalite: Rp10.000 per liter
* Pertamax: Rp12.600 per liter
* Dexlite: Rp14.500 per liter
Ia juga memberikan peringatan tegas terkait pembelian di luar saluran resmi. “Pertamina tidak dapat bertanggung jawab atas produk dan harga BBM yang dijual di luar lembaga penyalur resmi kami. Masyarakat bisa saja mendapatkan barang palsu, takaran kurang, atau harga yang dimanipulasi,” tukasnya.
Antrean Akibat Aktivitas Pasca-Liburan, Bukan Kelangkaan
Menanggapi terpantainya antrean kendaraan di beberapa SPBU di wilayah tersebut, Pertamina menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan dampak dari normalnya aktivitas masyarakat setelah periode liburan berakhir. Lonjakan permintaan ini bersifat sementara dan tidak berkorelasi dengan kelangkaan stok.
“Stok dalam kondisi aman dan penyaluran dilakukan setiap hari ke SPBU. Masyarakat tidak perlu khawatir dan tidak perlu membeli berlebihan (panic buying),” tambah Ispiani.
Penyaluran BBM dari depot ke SPBU di Halmahera Tengah dipastikan berjalan rutin setiap hari untuk memenuhi kebutuhan harian masyarakat, nelayan, hingga sektor transportasi umum.
Layanan Informasi 24 Jam
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai ketersediaan stok, lokasi SPBU terdekat, atau ingin melaporkan dugaan penyimpangan penjualan BBM, Pertamina menyediakan layanan pengadukan yang dapat diakses selama 24 jam melalui Pertamina Contact Center 135.
Dengan adanya konfirmasi ini, diharapkan keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan dan kenaikan harga liar dapat teratasi, sehingga aktivitas ekonomi di Halmahera Tengah dapat berjalan lancar tanpa hambatan distribusi energi.(DN)













