Kalapas Ambon Dorong Disiplin dan Kemandirian Warga Binaan Lewat Program Produktif

- Penulis

Kamis, 19 Maret 2026 - 09:38 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo:  ;confidence:  ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 31;

filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; hdrForward: 0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 8;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: -1;weatherinfo: null;temperature: 31;

DN. COM, – Ambon – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIA Ambon, Hendra Budiman, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan disiplin pegawai sekaligus mendorong kemandirian warga binaan melalui berbagai program pembinaan produktif selama lima bulan terakhir masa kepemimpinannya.

Dalam wawancara, Hendra mengungkapkan bahwa peningkatan disiplin pegawai menjadi salah satu capaian utama. Ia menyebut tingkat kehadiran petugas, baik dari bagian administrasi maupun pengamanan, kini hampir maksimal setiap hari.

“Setiap pagi, kehadiran pegawai nyaris 96 persen. Semua lini kita monitoring, mulai dari keamanan, administrasi, hingga pembinaan dan kegiatan kerja,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya fokus pada internal, pihaknya juga mengembangkan program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan warga binaan. Salah satunya melalui budidaya kacang panjang yang telah dipanen sebanyak dua kali.

“Hasilnya memang belum besar, tapi sudah mulai memberikan manfaat. Satu ikat dijual Rp5.000, dan hasilnya kita kelola sebagai kas kegiatan,” jelasnya.

Selain itu, inovasi juga dilakukan melalui pengembangan selada air dengan sistem hidroponik. Program ini melibatkan warga binaan secara langsung dengan pendampingan petugas.

“Dalam waktu sekitar 24 hari, tanaman sudah bisa dipanen. Ini jadi bagian pembelajaran sekaligus melatih keterampilan mereka,” katanya.

Hendra menambahkan, hasil panen tersebut mulai dipasarkan meski masih terbatas pada momen panen. Keuntungan dari penjualan dibagi sesuai ketentuan, mulai dari pemasukan negara, pengembalian modal, hingga premi bagi warga binaan yang terlibat.

Baca Juga:  HUT ke-54 Basarnas, SAR Ambon Tegaskan Soliditas dalam Tugas Kemanusiaan

Di sektor lain, Lapas Ambon turut mengembangkan produk kerajinan seperti pen holder berbahan kayu hitam, serta membuka layanan jasa pembuatan pagar dan pengelasan.

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan membuka stan pameran produk warga binaan di Kantor Imigrasi Ambon. Langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, mengingat tingginya mobilitas masyarakat di lokasi tersebut.

“Kami ingin produk warga binaan lebih dikenal dan punya nilai jual. Tidak harus mewah, yang penting diminati masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Hendra juga tengah mempersiapkan partisipasi Lapas Ambon dalam ajang Indonesian Prison Product and Art Festival (IPPAFest) yang akan digelar di Jakarta dalam rangka Hari Bakti Pemasyarakatan.

Ia menegaskan akan membawa produk khas Maluku seperti minyak kayu putih, olahan kenari, hingga ikan asin untuk dipamerkan di tingkat nasional.

“Pengalaman saya sebelumnya, justru produk sederhana yang laku keras. Yang penting punya nilai jual dan dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.

Saat ini, jumlah penghuni Lapas Kelas IIB Ambon tercatat sebanyak 389 orang, dengan mayoritas berusia lanjut. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mengembangkan program pembinaan berskala besar.

“Kita sesuaikan dengan kondisi yang ada. Yang penting mereka tetap produktif dan punya bekal setelah bebas nanti,” tandasnya. (DN) 

Berita Terkait

HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan
Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra
Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954
Resmi! Mayjen TNI Doddy Triwinarto Pimpin Kodam XV/Pattimura, Diserahterimakan Langsung oleh Kasad di Jakarta
Pemerintahan Lewerissa “Tumbuh Suburkan” Nepotisme, Elna Anakotta Pernah Disanksi Berat, Diangkat Jadi Kadiskes Maluku
Siapa Penguasa Kabupaten di Maluku yang Ditangkap Azer Orno, Kaidel, Gonga, Jauwerissa atau Sahubawa?
Rugikan Negara Rp2,8 Miliar, Polda Maluku Tetapkan Empat Tersangka: Sorotan Tertuju pada KPA Ismail Usenahu atas Pencairan Dana 100% di Tengah Proyek Mangkrak
Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan di Maluku, Tes Urine hingga Porsenap Digelar Serentak
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 05:33 WIT

HUT ke-80 TNI AU: Kasau Ingatkan, Jangan Lambat Hadapi Tantangan

Kamis, 9 April 2026 - 13:10 WIT

Pengamat Sosial Soroti Lemahnya Pengawasan MBG di Maluku: 53 Dapur Disuspend, Diduga Ada Kongkalikong antara Pengawas dan Mitra

Rabu, 8 April 2026 - 20:53 WIT

Dukung Mafia Tanah, Komisi I DPRD Maluku Gandeng Pemprov Ukur Tanah Milik Sah Masyarakat Berbekal Surat Palsu 1954

Rabu, 8 April 2026 - 19:20 WIT

Resmi! Mayjen TNI Doddy Triwinarto Pimpin Kodam XV/Pattimura, Diserahterimakan Langsung oleh Kasad di Jakarta

Rabu, 8 April 2026 - 15:19 WIT

Pemerintahan Lewerissa “Tumbuh Suburkan” Nepotisme, Elna Anakotta Pernah Disanksi Berat, Diangkat Jadi Kadiskes Maluku

Rabu, 8 April 2026 - 12:35 WIT

Rugikan Negara Rp2,8 Miliar, Polda Maluku Tetapkan Empat Tersangka: Sorotan Tertuju pada KPA Ismail Usenahu atas Pencairan Dana 100% di Tengah Proyek Mangkrak

Selasa, 7 April 2026 - 14:45 WIT

Semarak Hari Bakti Pemasyarakatan di Maluku, Tes Urine hingga Porsenap Digelar Serentak

Selasa, 7 April 2026 - 13:40 WIT

Peringati HBP ke-62, Rutan Ambon Gelar 12 Hari Kegiatan Humanis: Dari Razia hingga Porseni untuk Perkuat Sinergi Petugas dan Warga Binaan

Berita Terbaru