DN. Com, -Ambon – Di tengah tekanan kenaikan harga bahan pokok, Perum Bulog bersama Pemerintah Kota Ambon bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Wali Kota Ambon, , turun langsung meluncurkan program tersebut sebagai langkah konkret menjaga daya beli warga dan memastikan ketersediaan pasokan tetap aman.
Peluncuran bantuan yang dilakukan secara nasional ini melibatkan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Program ini ditegaskan bukan sekadar seremoni, melainkan respons nyata atas kondisi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Pemerintah tidak tinggal diam. Ini bukti pemerintah hadir di tengah masyarakat. Bantuan pangan ini adalah bentuk intervensi langsung agar masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan dasarnya,” tegas Wali Kota dalam sambutannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
“Kita berharap program ini benar-benar dirasakan manfaatnya, tepat sasaran dan tidak bias di lapangan. Tidak boleh ada permainan. Ini untuk rakyat,” tegasnya lagi.
Program bantuan pangan ini dirancang menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Selain menjaga akses pangan, langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah bersama dalam mengendalikan inflasi di tingkat lokal.
Perum Bulog Kantor Wilayah Maluku dan Maluku Utara mencatat, bantuan yang disalurkan untuk alokasi Februari–Maret 2026 menjangkau sebanyak 266.500 penerima manfaat. Khusus untuk Kota Ambon, bantuan diberikan kepada 31.388 keluarga penerima manfaat (KPM) yang tersebar di lima kecamatan.
Adapun bantuan yang disalurkan berupa:
- Beras: 627.760 kilogram
- Minyak goreng: 125.552 liter
Setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi dua bulan.
Distribusi bantuan ini dilakukan bekerja sama dengan cabang Maluku guna memastikan penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dengan peluncuran ini, Perum Bulog dan Pemerintah Kota Ambon menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus meredam dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat. (DN)













