DN. Com, Ambon — Kantor Wilayah Pemasyarakatan Maluku di bawah kepemimpinan Ricky Dwi Biantoro menggelar berbagai rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan yang telah dimulai sejak awal April 2026.
Sejumlah kegiatan dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran, mulai dari tes urine, donor darah, hingga penguatan pengawasan internal.
“Tes urine sudah kita laksanakan di seluruh jajaran Kanwil, termasuk di Kota Ambon yang dipusatkan di kantor wilayah. Seluruh pegawai dari UPT ikut berpartisipasi,” ujar Ricky.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain itu, aksi sosial berupa donor darah juga digelar sebagai bentuk kepedulian jajaran pemasyarakatan terhadap masyarakat.
Pada momentum yang sama, dilakukan pengukuhan Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satop Patnal) di lingkungan Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Maluku. Tim ini berperan penting dalam pengawasan serta penegakan disiplin di lapas dan rutan.
Tak hanya fokus pada pengawasan, suasana peringatan juga diramaikan dengan pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Narapidana (Porsenap) di Rutan Ambon. Berbagai lomba digelar, mulai dari mini soccer, catur, hingga gaple.
“Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa warga binaan tetap aktif, kompak, dan mengikuti pembinaan dengan baik, sehingga nantinya bisa kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih bermanfaat,” tambahnya.
Rangkaian kegiatan akan berlanjut dengan pelaksanaan bazar pada 10 April mendatang yang menampilkan hasil karya warga binaan serta melibatkan pelaku UMKM di Kota Ambon.
Tak hanya itu, bantuan gerobak usaha juga akan disalurkan kepada warga binaan, petugas, maupun masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk dukungan terhadap ekonomi produktif.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, memastikan kondisi keamanan di dalam rutan tetap terkendali.
Ia menjelaskan bahwa penggeledahan rutin maupun insidentil terus dilakukan bersama aparat gabungan TNI-Polri dan instansi terkait.
“Kami melakukan penggeledahan bersama unsur TNI, Polri, dan pihak terkait lainnya untuk memastikan tidak ada peredaran narkotika maupun barang terlarang di dalam rutan,” jelasnya.
Dari hasil penggeledahan, petugas hanya menemukan barang terlarang ringan seperti benda tajam dan pecah belah yang langsung diamankan untuk dimusnahkan. Sementara itu, handphone dan narkotika tidak ditemukan.
“Untuk tes urine terhadap warga binaan, tahanan, dan pegawai, hasilnya seluruhnya negatif,” tegas Jefry.
Ia menambahkan, penggeledahan rutin dilakukan setiap minggu, sementara penggeledahan insidentil dilakukan sewaktu-waktu jika ada indikasi gangguan keamanan.
Dengan berbagai langkah tersebut, Rutan Ambon menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus mendukung program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan bagi warga binaan. (DN)













