DN.COM, -AMBON – Deputi Bidang Koordinasi Keimigrasian dan Pemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), I Nyoman Gede Surya Mataram, menyampaikan pesan kuat kepada seluruh jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon.
Dalam kunjungan kerjanya, Selasa (24/3/2026), ia menekankan pentingnya menjaga integritas petugas sembari mengedepankan pelayanan yang manusiawi bagi warga binaan.
Kunjungan yang didampingi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, ini bukan sekadar acara seremonial. Deputi Nyoman melakukan peninjauan mendalam ke area blok hunian dan klinik kesehatan rutan untuk memastikan standar pelayanan terpenuhi sesuai regulasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Integritas sebagai Fondasi Utama
Dalam dialognya dengan para pejabat struktural dan petugas Rutan Ambon, Deputi Nyoman menyoroti bahwa tantangan terbesar lembaga pemasyarakatan saat ini bukan hanya pada aspek keamanan fisik, melainkan juga pada integritas sumber daya manusianya.
“Integritas adalah harga mati. Petugas harus menjadi teladan. Tanpa integritas, sistem sebaik apa pun akan rapuh. Saya meminta seluruh jajaran di Rutan Ambon untuk terus memperkuat mentalitas anti-korupsi dan bekerja dengan profesionalisme tinggi,” tegas Deputi Nyoman di hadapan Plt. Kepala Rutan Ambon, Jefry R. Persulessy, beserta jajarannya.
Ia menambahkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemasyarakatan sangat bergantung pada perilaku sehari-hari petugas di lapangan. Oleh karena itu, penguatan pengawasan internal dan budaya kerja bersih harus terus digaungkan.
Pelayanan Humanis: Memanusiakan Warga Binaan
Selain soal integritas, Deputi juga memberikan atensi khusus pada kualitas pelayanan terhadap warga binaan. Setelah meninjau kondisi kamar hunian dan fasilitas kesehatan, ia mengingatkan bahwa tugas pemasyarakatan adalah membina, bukan sekadar menghukum.
“Pelayanan kita harus humanis. Warga binaan adalah manusia yang sedang menjalani proses perbaikan diri. Pastikan hak-hak dasar mereka, terutama kesehatan dan kebutuhan spiritual, terpenuhi dengan layak. Jangan sampai ada perlakuan yang berlebihan atau melanggar hak asasi,” pesannya.
Deputi Nyoman secara spesifik memantau kondisi klinik kesehatan rutan. Ia memastikan bahwa obat-obatan tersedia dan tenaga medis siap melayani warga binaan yang sakit. “Kesehatan adalah hak dasar. Jika warga binaan sakit, harus ditangani dengan cepat dan tepat. Ini bentuk nyata dari pendekatan humanis yang kita gaungkan,” ujarnya.
Sinergi Pusat dan Daerah untuk Pemasyarakatan Lebih Baik
Kehadiran Deputi Kemenko yang didampingi Kakanwil Maluku ini menunjukkan sinergi kuat antara pusat dan daerah dalam membenahi tata kelola pemasyarakatan. Ricky Dwi Biantoro, Kakanwil DJP Maluku, menyatakan dukungannya penuh terhadap arahan Deputi dan berkomitmen mengawal implementasinya di seluruh unit pelaksana teknis di Maluku.
“Kami akan menerjemahkan arahan Bapak Deputi menjadi langkah konkret. Rutan Ambon harus menjadi contoh bagi unit lain di Maluku dalam hal pelayanan humanis dan integritas petugas,” kata Ricky.
Komitmen Rutan Ambon Menindaklanjuti Arahan
Menanggapi kunjungan tersebut, Plt. Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry R. Persulessy, menyatakan kesiapan seluruh jajarannya untuk segera mengeksekusi arahan yang diberikan.
“Pesan Bapak Deputi tentang integritas dan pelayanan humanis telah kami catat sebagai prioritas utama. Kami akan melakukan evaluasi internal, memperkuat disiplin petugas, dan memastikan fasilitas kesehatan serta hunian selalu dalam kondisi prima. Rutan Ambon bertekad menjadi lembaga pemasyarakatan yang tidak hanya aman, tetapi juga memanusiakan,” pungkas Jefry.
Kunjungan kerja yang berlangsung dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIT ini ditutup dengan suasana kondusif, meninggalkan semangat baru bagi petugas Rutan Ambon untuk melayani dengan hati dan bekerja dengan jujur.(DN)













